Mengenal Hebel, Ukuran dan Cara Menghitungnya

Hebel Adalah ?✅ Kenali 4 macam ukuran hebel / Bata Ringan (panjang lebar & tinggi)✅ serta cara menghitung kebutuhan hebel per kubik/ meter✅

Hebel atau bata ringan semakin banyak diminati oleh masyarakat sebagai dinding penopang bangunan. Bata ini mempunyai bentuk yang lebih praktis dan massa lebih ringan daripada bata merah konvensional.

Ada berbagai ukuran hebel yang sering digunakan pada bangunan. Setiap ukuran dapat digunakan pada posisi bangunan yang berbeda-beda. Tentunya masing masing ukuran bata ringan tersebut memiliki kegunaan masing- masing. Berikut detailnya.

Apa itu Hebel ?

hebel adalah

Pengertian bata ringan atau hebel adalah adalah jenis bata bangunan yang terbuat dari campuran pasir silika, batu kapur, gypsum dan aluminium bubuk yang dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi menggunakan alat bernama Autoclave.

Karakteristik khas pada material hebel ini adalah sifatnya yang lebih kedap suara, tidak mudah terserang jamur serta tahan terhadap panas api/ dapat mengurangi resiko kebakaran.

Penggunaan hebel umumnya diaplikasikan pada struktur dinding pada perumahan maupun gedung dengan struktur bangunan yang tinggi dan temperatur yang bervariasi.

Hal ini karena penggunaan hebel hanya membutuhkan sedikit pondasi baja dan beton dan juga bobot hebel yang relatif lebih rungan dibandingkan batu bata jenis lainnya.

Cara pemasangan hebel pun dapat dibilang sangat sederhana, material hebel bisa langsung diberi mortar tanpa diplester terlebih dahulu dengan menggunakan jenis semen perekat tertentu.

Sejarah Bata Ringan (Hebel)

Point yang perlu anda ketahui disini adalah apa sebenarnya hebel itu dan bagaimana sejarahnya. Hebel sebenarnya merupakan Brand atau nama merk dagang untuk bata ringan.

Batako hebel ini pertama kali diproduksi di Indonesia pada tahun 1995 oleh PT Hebel Indonesia yang berlokasi di Jawa Barat. Kemudian muncul perusahaan perusahaan baru yang juga mulai ikut memproduksi bata ringan dalam skala besar.

Negara yang pertama kali mengembangkan material hebel ini adalah Swedia, yakni sekitar tahun 1923. Sejarah hebel awalnya adalah untuk meminimalisir masalah penggundulan hutan sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif bangunan.

Karena keberhasilannya, bata ini kemudian dikembangkan lagi oleh salah satu ilmuwan Jerman, Joseph Hebel hingga akhirnya dikenal juga dengan sebutan hebel. Di Indonesia sendiri, keberadaan material ini baru benar-benar bisa digunakan oleh masyarakat setelah didirikannya Pabrikasi AAC di Karawang, Jawa Barat.

Sejarah material ini menjadi salah satu temuan yang menjanjikan di dunia industrialiasi. Hal tersebut karena material ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh material lainnya, terlebih pada ukurannya. Keistimewaan yang dimiliki oleh material ini menjadi alasan mengapa banyak orang yang memilih untuk menggunakannya sebagai bahan bangunan.

Selain sejarah dan juga pengertian hebel diatas, anda juga perlu mengetahui ragam jenis dan ukuran hebel yang dijual dipasaran agar konstruksi dinding anda semakin efektif dalam pembuatannya.

Jenis & Spesifikasi Hebel

ukuran hebel standar

Dilansir dari wikipedia.org. terdapat dua jenis hebel yang diproduksi di Indonesia, yakni AAC dan CLC. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, perhatikan ulasan berikut ini.

  • Hebel AAC

AAC atau yang biasa disebut sebagai hebel AAC memiliki komposisi berupa pasir, kapur, semen, air, gypsum, aluminium, dan juga beberapa bahan pengembang. Setelah adonan selesai dibuat, maka akan dikeringkan lalu dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

Jenis hebel satu ini sangat cocok digunakan karena ramah lingkungan. Berikut spesifikasi dan ukuran bata hebel jenis AAC yang perlu anda ketahui :

  • Ukuran hebel AAC 1 kubik untuk tiap 1 Meter persegi (m2) membutuhkan 10 buah hebel berukuran 60 x 20 x 7.5 cm
  • Ukuran hebel AAC 60 x 20 x 7.5 cm
  • Berat jenis mencapai 650 kg/m3 (kering).
  • Berat jenis mencapai 520 kg/m3 untuk yang normal.
  • Kekuatan tekanan bisa lebih dari 4 N/mm2.
  • Ketebalan spesinya mencapai 3 mm.
  • Daya tahan terhadap api maksimal 4 jam.
  • Konduktivitasnya 0,14 W/ mK.
  • Kebutuhan super panel dinding 3 meter dengan tebal 10 cm (tanpa plester).
  • Kebutuhan super panel dinding 3 meter dengan tebal 7,5 cm (tanpa plester).

Cara membuat hebel jenis AAC adalah dengan mencampurkan semua bahan adonan lalu biarkan hingga mengembang secara sempurna. Untuk bisa mengembang secara sempurna, kira-kira dibutuhkan waktu selama 7-8 jam. Lalu, pada cetakannya ditaburi bubuk aluminium dan nantinya hydrogen akan secara otomatis terlepas dari bata.

  • Hebel CLC

CLC atau yang biasa disebut hebel CLC memiliki komposisi yang lebih sedikit dibandingkan dengan ACC, yakni hanya air, semen, pasir, dan foam. Namun, hebel ini memiliki tingkat kepadatan yang tinggi sehingga sangat rekomended dijadikan sebagai material bahan bangunan. Selain itu, jenis CLC juga lebih mudah untuk dipotong.

Berikut untuk spesifikasi dan ukuran bata hebel CLC yang wajib anda ketahui sebelum memutuskan untuk menggunakannya :

  • Berat jenis 2000 kg/m3 (normal)
  • Berat jenis 1500 kg/m3 (kering)
  • Ketebalan spesi 20 hingga 30 mm
  • Konduktivitas mencapai 0.380 W/mK
  • Sifat tahan api maksimal selama 2 jam
  • Kekuatan tekanan antara 2,5 hingga 2,5 N/mm2

Cara membuat hebel jenis CLC hampir sama dengan jenis AAC. Hanya saja untuk jenis ini perlu diatur dengan baik tingkat kepadatannya karena menggunakan komposisi bahan yang berbeda.

Ukuran Hebel Standar

ukuran hebel
Gambar ukuran hebel

 

Secara umum, ukuran bata ringan / hebel adalah 60 x 20 x (7.5 / 10 / 12.5 / 20 cm) untuk varian AAC block hebel standar, sedangkan untuk hebel AAC Jumbo Block berukuran 60 x 40 x (7.5 / 10/ 12.5 / 20 cm). Tentunya ukuran bata ringan atau hebel cukup bervariasi.

Pada setiap ukuran, Anda dapat memilih untuk membelinya dalam satuan meter kubik atau per biji. Secara umum, ukuran hebel standar terbagi menjadi 5, yaitu sebagai berikut :

Ukuran  Panjang Lebar Tebal Jumlah/ Kubik
Hebel 7.5 60 cm 20 cm 7.5 cm 111 Pcs
Hebel 10 60 cm 20 cm 10 cm 83 Pcs
Hebel 12.5 60 cm 20 cm 12.5 cm 69 Pcs
Hebel 15 60 cm 20 cm 15 cm 55 Pcs
Hebel 20 60 cm 20 cm 20 cm 41 Pcs

Ukuran Hebel Per 1 Kubik

ukuran hebel 1 kubik

Ukuran hebel 1 kubik untuk tiap Meter persegi (m2) membutuhkan 8 hingga 9 buah bata hebel berukuran standar yakni 60 cm x 20 cm x 7,5 cm. Sedangkan untuk mengetahui berapa jumlah hebel per 1 kubik (m3) bisa anda lihat pada ulasan dibawah ini :

  • Hebel Ukuran 10 (10 cm x 20 cm x 60 cm)

1 m3 = 1 : (0,1 x 0,2 x 0,6)

= 1/0.012

= 83,33 pcs

Luas Dinding = 10 m2

Ukuran bata ringan hebel berdasarkan standar yang kedua adalah 10 cm x 20 cm x 60 cm. Ukuran ini sedikit lebih panjang daripada ukuran pertama. Meskipun demikian, secara massa keduanya tidak jauh berbeda.

Selain ukuran hebel standar yang dijadikan acuan dalam pembuatan bata ringan, ada juga ukuran yang didasarkan pada merk hebel. Sebenarnya tidak jauh berbeda antara ukuran standar dengan ukuran merk, hanya saja tekstur permukaan dan massa hebel merk sedikit berbeda dari jenis standar.

  • Hebel Ukuran 7,5 ( 7,5 cm x 20 cm x 60 cm)

1 m3 = 1 : (0,075 x 0,2 x 0,6)

= 1/0.009

= 111,11 pcs

Luas Dinding = 13.33 m2

Ukuran bata ringan berdasarkan standar yang pertama adalah 7,5 cm x 20 cm x 60 cm. Bentuknya persegi panjang, dengan massa tidak terlalu tebal sehingga mudah dibawa kemana-mana dalam jumlah besar.

Umunya bata hebel dengan ukuran ini digunakan untuk struktur dinding pada perumahan perumahan. Diatas telah kami paparkan berapa jumlah kebutuhan hebel 7,5 per 1 kubik.

Ukuran bata ringan/ hebel yang biasanya digunakan pada dinding tidak berbeda dengan ukuran standar yang sudah kami paparkan diatas, baik dari segi panjang, lebar, maupun ketebalan. Ukuran hebel dinding ini sudah proporsional.

  • Ukuran Hebel Citicon

Ukuran bata ringan citicon mempunyai panjang 60 cm dengan lebar 20 cm dan varian ketebalan 0,075 m dan 0,1 m. Dengan ketebalan ini, Anda dapat memperkirakan berapa banyak bata yang dibutuhkan untuk mengisi luas dinding tertentu. Ukuran bata ringan citicon yang bobotnya ringan sangat praktis dalam hal pengerjaan.

Ukuran bata yang beragam dapat diaplikasikan untuk ukuran dinding yang beragam pula. Jika Anda memang tertarik untuk menggunakan bata ringan, info ragam ukuran yang telah dituliskan di atas dapat menjadi tambahan referensi sehingga pertimbangan semakin matang sebelum membeli hebel.

Cara Menghitung Kebutuhan Hebel

menghitung kebutuhan hebel

Bata ringan atau yang biasa disebut sebagai hebel merupakan material yang memiliki ukuran lebih ringan jika dibandingkan dengan jenis batu batu pada umumnya. Keberadaan material ini menjadi alternatif pilihan banyak orang karena selain harganya yang terjangkau, sifatnya yang ringan tetap aman dan efektif untuk bahan bangunan.

Terlebih lagi pembuatannya diproses menggunakan mesin canggih sehingga masalah kualitas material tidak perlu diragukan lagi. Selain harganya yang relatif murah, material bata yang satu ini juga sangat mudah dalam instalasi pemasangannya. Berikut untuk langkah langkah menghitung kebutuhan hebel :

Langkah 1 : Menghitung Dimensi Ruangan

Langkah awal dalam perhitungan kebutuhan hebel per kubik maupun per meter ialah dengan menentukan berapa dimensi ruangan yang akan anda bangun pondasi bata ringan (hebel).

Untuk dapat menghitungnya dengan akurat, buatlah gambar ilustrasi rancangan bentuk dan ukuran ruangan secara detail mulai dari panjang, lebar, dan tinggi bangunan untuk kemudian anda konversikan dengan jumlah kebutuhan hebel per kubiknya.

Langkah 2 : Sesuaikan Ukuran Dimensi Bata Ringan

Setelah anda melakukan ilustrasi pengukuran ruangan, hal kedua yang perlu anda lakukan ialah dengan menentukan penggunaan bata hebel apakah menggunakan ukuran 7,5 cm, 10 cm, 12,5 cm ataukah 15 cm.

Point yang perlu anda catat, penggunaan bata ringan/ hebel standar pada bangunan rumah di Indonesia adalah ukuran dengan ketebalan 7,5 cm dan 10 cm. Untuk ukuran diatasnya, biasanya hanya diperuntukkan pada konstruksi bangunan gedung gedung dengan struktur yang tinggi.

Langkah 3 : Menghitung Jumlah Hebel yang Dibutuhkan

Langkah ketiga ini bisa anda awali dengan menghitung terlebih dahulu berapa keliling tembok yang akan anda pasang hebel , rumusnya adalah “Keliling tembok hebel = 2 x ( panjang x tinggi) + (lebar x tinggi). Sebagai contoh perhatikan ilustrasi dibawah ini.

Misalkan anda ingin membangun tembok ruangan menggunakan bata hebel pada dimensi ruang yang memiliki panjang 3 meter, lebar 6 meter dan tinggi 4 meter. Jika kita hitung menggunakan rumus diatas, struktur bangunan anda memiliki luasan total sepanjang 72 m2.

Setelah anda mengetahui total luasan dinding yang ingin anda bangun, selanjutnya anda konversikan dengan kebutuhan bata hebel per kubik supaya anda mendapatkan hasil yang akurat mengenai jumlah hebel yang anda butuhkan.

Untuk menghitung jumlah kebutuhan hebel per kubik pada dinding bangunan, perhatikan rumus dibawah ini :

Tebal Jumlah Bata Luas Dinding (m2)
1 Kubik Hebel 7,5 cm 111 pcs 13.33 m2
1 Kubik Hebel 10 cm 83 pcs 10 m2

Selanjutnya anda bisa memasukkan pada rumus menghitung kebutuhan hebel dibawah ini :

“Kebutuhan Kubik Bata Ringan = Keliling Tembok Hebel : Luas Dinding per 1 Kubik”

Jadi didapati pada keliling tembok 72m membutuhkan bata ringan 10 cm sebanyak 7,2 kubik dan bata ringan 7,5 cm sebanyak 5,4 kubik. Jika dikonversi dalam satuan, maka penggunaan bata ringan 10 cm anda membutuhkan 598 pcs, sedangkan untuk bata ringan 7,5 cm anda membutuhkan sebanyak 600 pcs.

Contoh Perhitungan Biaya Kebutuhan Hebel :

Sebelum memulai langkah ilustrasi menghitung jumlah kebutuhan hebel untuk konstruksi dinding, anda harus mengetahui ukuran hebel yang akan anda gunakan. Yang pertama kita ambil contoh menggunakan hebel dengan ukuran standar 7,5cm x 20cm x 60cm.

Contoh 1 :

1 m3 = 1 : (0,075 x 0,2 x 0,6)

= 1/ 0.009

= 111 Biji

Dari rumus diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk tiap 1 meter kubik hebel ukuran 7,5cm x 20cm x 60 cm adalah 111 Biji. Jika harga hebel per meter kubik adalah Rp.700.000 maka harga per biji nya adalah 700.000 : 111 = Rp. 6.300

Dengan harga Rp. 6.300, kira kira butuh berapa biji hebel untuk konstruksi dinding per meter persegi ? Berikut cara menghitungnya.

1 m2 = 1 : (0,2 x 0,6) = 8 Biji. Sehingga tiap 1 Meter persegi dinding dibutuhkan 8 biji hebel dengan ukuran 7.5 cm dengan biaya 8 x 6300 = Rp. 50.400.

Contoh 2 :

Hebel Ukuran 7,5cm x 20cm x 60cm
1 m3 = 1 : (0,075 x 0,2 x 0,6) = 111 biji
jika harga per m3 misalnya Rp. 615.000
maka harga perbijinya = 615.000 : 11 = Rp 5.540,54
Kebutuhan per m2 :
1 m2 = 1 : (0,2 x 0,6) = 8.333 biji

maka per m2 biayanya = 8.333 x 5540,54 = Rp. 46.169

Contoh 3 :

Hebel Ukuran 10cm x 20cm x 60cm
1 m3 = 1 : (0,1 x 0,2 x 0,6) = 83 biji
jika harga per m3 misalnya Rp. 615000
maka harga perbijinya = 615.000 : 83 = Rp. 7.409,63
Kebutuhan per m2
1 m2 = 1 : (0,2 x 0,6) = 8.333 biji
maka per m2 biayanya = 8.333 x 7.409,63 = Rp. 61.719
Info Material Bangunan Lainnya :
Ukuran Triplek 1 Lembar Harga Besi Hollow
Harga Gypsum Per Lembar Harga Plafon PVC

Demikianlah serangkaian informasi mengenai apa itu bata hebel dan ragam ukuran standar Indonesia (SNI) yang bisa dekorminimalis.com paparkan. Semoga bisa menambah wawasan teman teman khususnya yang ingin menggunakan bata ringan sebagai pondasi dinding rumah.

Related posts:
Gravatar Image
Mahasiswa telat lulus yang hobi sama vespa dan Desain Interior!

Leave a Reply

Your email address will not be published.