Standar Ukuran Kolom Rumah 1 Lantai yang Aman dan Murah

Posted on

Rumah satu lantai adalah pilihan populer di kalangan masyarakat Indonesia karena lebih mudah dalam hal perencanaan, pembangunan, dan perawatan. Salah satu elemen penting dalam struktur rumah adalah kolom praktis.

Setelah sebelumnya saya ulas secara detail mengenai Ukuran Kolom Rumah 2 Lantai, kali ini saya akan mengfokuskan untuk membahas tentang ukuran rata-rata kolom dan balok yang diperlukan untuk bangunan rumah 1 lantai yang aman dan tentunya murah.

Apa Itu Kolom Rumah?

contoh gambar kolom rumah

Kolom rumah, juga dikenal sebagai kolom beton pracetak atau kolom precast, adalah elemen struktural dalam bangunan yang membawa beban atap dan lantai ke fondasi. Kolom praktis pada dasarnya adalah material tekan meskipun mereka juga mungkin harus menahan momen lentur yang ditransmisikan oleh balok.

Sebuah struktur dianggap sebagai kolom selama dimensi lintang keseluruhan terbesar tidak melebihi empat kali dimensi yang lebih kecil yaitu h ≤ 4b. Dengan bagian yang h > 4b, anggota harus dianggap sebagai dinding untuk tujuan desain.

Sederhananya, kolom praktis adalah elemen struktural yang digunakan dalam bangunan untuk menopang beban vertikal dari atap, lantai, atau struktur lainnya.

Kolom praktis di Indonesia sering kali dibuat dari beton pracetak atau baja, dan umumnya dipasang secara vertikal dari dasar bangunan hingga ke atap. sehingga sangat penting untuk memahami standar ukuran kolom praktis rumah satu lantai di Indonesia.

fungsi kolom praktis dalam struktur bangunan yaitu sebagai penyangga vertikal untuk anggota-anggota yang digantung seperti balok dan atap serta mengirimkan beban dari anggota-anggota ini ke bawah ke fondasi.

Kolom-kolom terbuat dari kayu, baja, dan beton. Beton adalah jenis kolom yang paling banyak digunakan dalam konstruksi karena fleksibilitasnya dalam penggunaan.

Ukuran Kolom Rumah 1 Lantai yang Aman

Ukuran Kolom Rumah 1 Lantai

Menentukan ukuran kolom dan balok untuk sebuah bangunan melibatkan analisis struktural yang detail, mempertimbangkan faktor-faktor seperti kapasitas beban, kekuatan material, dan kode bangunan lokal.

Ukuran sebenarnya dari kolom dan balok dalam rumah tinggal ditentukan sesuai dengan struktur desain oleh insinyur arsitektur, tergantung pada semua jenis beban yang bekerja pada struktur, panjang rentang antara dua penyangga, tinggi bangunan, apakah itu bangunan akan menggunakan 1 lantai, 2 lantai maupun 3 lantai.

Ukuran kolom rumah 1 lantai bergantung pada beberapa faktor seperti jenis kolom, beban yang harus ditahan, semua jenis beban yang bekerja pada struktur, panjang rentang antara dua penyangga, tinggi bangunan dan kegunaan arsitektural dari kolom tersebut.

Berdasarkan faktor-faktor ini, kita harus mengadopsi atau mengasumsikan ukuran kolom kemudian memeriksa keamanannya.

Dalam pasal 7.7 ACI 318M11 disebutkan bahwa ukuran minimum kolom rumah 1 lantai seharusnya tidak kurang dari 20cm x 20cm (200mm x 200mm) untuk struktur rumah satu lantai dengan beton M12 atau M15 (1:2:4).

Tabel Perbandingan Ukuran Kolom Praktis Rumah 1 Lantai:

Ukuran Kolom (cm) Dimensi Beton (cm) Beban Maksimal (ton)
20×20 30×30 5 Ton
25×25 35×35 7 Ton
30×30 40×40 10 Ton

Perhatikan bahwa tabel di atas hanya merupakan contoh ukuran kolom praktis dan dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan persyaratan spesifik proyek.

Jarak Antara Kolom

Usahakan untuk menjaga jarak yang sama antara pusat dua kolom. Selalu merencanakan tata letak kolom pada kisi. Jarak antara dua kolom berukuran 20 cm x 20 cm, tidak boleh lebih dari 4m dari pusat ke pusat kolom.

Jika diperlukan jarak bebas hambatan yang lebih besar maka kolom berukuran lebih besar harus digunakan. Ukuran kolom harus diperbesar karena dua faktor:

  1. Peningkatan jarak antara dua kolom (ini juga meningkatkan dimensi kolom serta kedalaman balok).
  2. Tinggi bangunan (peningkatan jumlah lantai berbanding lurus dengan dimensi kolom).

Penyelarasan Kolom

Suatu kisi persegi harus dibuat untuk menempatkan kolom-kolom. Ini membantu menghindari kesalahan dan penempatan kolom dapat dilakukan dengan benar. Kolom-kolom dapat disusun dengan dua cara yang berbeda:

Secara lurus dengan bantuan kisi. Dalam mode lingkaran untuk bangunan berbentuk lingkaran. Penyusunan kolom zigzag adalah cara yang sangat salah dalam desain struktural.

Harus diingat bahwa ketika kolom dipasang, balok-balon diletakkan menghubungkan kolom-kolom. Penempatan kolom zigzag menyebabkan tiga masalah utama:

  • Pemindahan beban yang tidak seimbang.
  • Masalah dalam konstruksi dinding.
  • Masalah dalam penempatan balok.

Tabel di bawah ini menunjukkan perkiraan kasar ukuran kolom untuk bangunan bertingkat. Tabel di bawah ini menunjukkan berbagai ukuran kolom dalam struktur:

ukuran kolom praktis 1 lantai

Sedangkan untuk tabel di bawah ini menunjukkan berbagai ukuran kolom dalam struktur:

ukuran kolom dalam struktur

Cara Menentukan Ukuran Kolom Rumah 1 Lantai

contoh gambar kolom rumah 1 lantai
Via : IndieArchitech.com

Menghitung ukuran kolom praktis untuk rumah satu lantai melibatkan pemahaman yang baik tentang beban yang akan ditanggung oleh kolom tersebut dan faktor-faktor lain yang memengaruhi struktur bangunan. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam menghitung ukuran kolom praktis:

  • Penentuan Beban: Identifikasi beban yang akan ditanggung oleh kolom, termasuk beban dari atap, lantai, dan struktur lainnya.
  • Perhitungan Beban: Hitung total beban yang akan ditanggung oleh kolom dengan memperhitungkan berat material bangunan dan beban hidup yang diestimasi.
  • Analisis Struktur: Lakukan analisis struktural untuk menentukan ukuran kolom yang diperlukan untuk menopang beban yang telah diidentifikasi.
  • Pemilihan Material: Pilih material kolom praktis yang sesuai dengan kebutuhan struktur dan lingkungan.
  • Perencanaan Detail: Buat rencana detail untuk instalasi kolom praktis, termasuk lokasi, jarak antar kolom, dan penggunaan bantalan yang sesuai.
  • Pengawasan Konstruksi: Pastikan proses pembangunan kolom praktis dilakukan sesuai dengan standar konstruksi yang berlaku dan perencanaan yang telah dibuat.

Contoh Perhitungan Kebutuhan Ukuran Kolom Rumah 1 Lantai

Untuk menentukan ukuran kolom dan balok dalam sebuah bangunan, kita perlu memperhatikan panjang bentang antar kolomnya. Misalnya, jika sebuah bangunan rumah memiliki bentang antar kolom sepanjang 6 meter, maka kita dapat menghitung dimensi kolom dan baloknya sebagai berikut:

1. Perhitungan Dimensi Balok Induk dan Balok Anak:

a. Tinggi Balok Induk = 1/12 x Bentang Jadi, 1/12 x 6 = 0,5 m = 50 cm

b. Lebar Balok = 1/12 x Tinggi Balok Jadi, 1/12 x 50 cm = 25 cm

c. Tinggi Balok Anak = 1/15 x Bentang Jadi, 1/15 x 6 m = 0,4 m = 40 cm

d. Lebar Balok = 1/2 Tinggi Balok Anak Jadi, 1/2 x 40 cm = 20 cm

2. Perhitungan Dimensi Kolom:

Lebar penampang kolom = Lebar Balok + (2 x 5 cm) Jadi, 25 cm + (2 x 5 cm) = 25 + 10 cm = 35 cm Sehingga dimensi kolom yang didapat adalah 35 x 35 cm.

3. Perhitungan Tebal Plat Lantai:

Tebal plat lantai tergantung pada struktur dan pembesian yang digunakan, namun secara umum kita dapat menggunakan rumus: Tebal Plat Lantai = 1/40 Bentang. Jadi, 1/40 x 6 m = 0,15 m = 15 cm.

Dengan demikian, kita dapat menentukan ukuran kolom, balok, dan tebal plat lantai yang sesuai untuk bangunan dengan bentang antar kolom sepanjang 6 meter. Perhitungan ini penting untuk memastikan kekuatan dan keamanan struktur bangunan.

Pentingnya Ukuran Kolom dalam Konstruksi Bangunan

Ukuran kolom sangat penting dalam konstruksi bangunan. Mereka bertanggung jawab atas menopang berat bangunan dan menjaganya tetap stabil dan aman bagi penghuninya. Jika ukuran kolom tidak mencukupi, bangunan tersebut dapat runtuh atau mengalami masalah struktural yang membahayakan jiwa orang.

Selain itu, memilih ukuran kolom yang tepat penting dari segi ekonomi. Kolom yang terlalu besar dapat meningkatkan biaya konstruksi, sedangkan kolom yang terlalu kecil dapat mengorbankan integritas struktural bangunan, yang dapat menyebabkan perbaikan dan pemeliharaan yang mahal.

Fungsi dan penampilan visual bangunan juga dipengaruhi oleh ukuran kolom. Misalnya, kolom yang terlalu tebal atau besar dapat membatasi jumlah ruang yang dapat digunakan di dalam bangunan, tetapi kolom yang terlalu tipis atau kecil mungkin tidak mampu menahan beban, yang dapat menyebabkan masalah struktural.

Jenis-jenis kolom sendiri dapat diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:

  1. Kolom pendek.
  2. Kolom ramping.
  3. Kolom terbrase.
  4. Kolom tanpa bres.

Kolom pendek adalah kolom yang gagal terutama karena kegagalan tekan beton/penguat baja. Kolom panjang dan ramping biasanya gagal karena mekanisme buckling.

Menurut BS, sebuah kolom dianggap pendek jika rasio-rasio kolom pendek ketika rasio lex/h dan ley/b keduanya kurang dari 15 untuk kolom terbrase dan kurang dari 10 untuk kolom tanpa bres. Di mana lex adalah tinggi efektif kolom dalam hal sumbu utama dan ley tinggi efektif kolom dalam hal sumbu minor.

Kolom dianggap ramping ketika rasio-rasio tersebut lebih besar dari nilai-nilai yang diberikan di atas. Sebuah kolom dianggap terbrase jika beban lateral, karena angin misalnya, ditahan oleh dinding geser atau beberapa bentuk bracing lainnya daripada oleh kolom.

Sebuah kolom dianggap tidak terbrase jika beban lateral ditahan oleh aksi sway kolom. Kolom dapat terbrase atau tidak terbrase tergantung pada tata letak struktur.

Gimana teman teman? sudah paham kan? Semoga informasi mengenai ukuran kolom rumah 1 lantai yang dekorminimalis hadirkan diatas dapat memberikan solusi perencanaan renovasi rumah yang akan anda kerjakan. Salam pecinta dekorasi rumah!

Gravatar Image
Praktisi desain interior dan eksterior di Surabaya sejak tahun 2007 hingga 2020.. Alumni S1 teknik Elektro dan S2 Statistika ITS Surabaya yang hobi otak atik dekorasi rumah dan bangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *