Mengenal Batu Bata Standar Indonesia (SNI)

Kenali jenis dan ukuran batu bata standar Indonesia beserta kelebihan kekurangannya✅ batu bata merah✅ bata expose✅ bata putih✅ batako press✅

Batu bata lebih dikenal sebagai salah satu material bangunan yang paling umum dijadikan konstruksi dinding. Pada sebagian besar rumah Indonesia, bata juga digunakan sebagai pondasi karena mempunyai struktur yang kokoh.

Terdapat berbagai macam bata dengan karakteristik bervariasi untuk semakin memperindah tampilan bangunan, terutama bangunan rumah. Berikut kami rangkum beberapa informasi lengkap seputar batuan bata yang bisa anda simak ulasannya.

Batu Bata Standar Indonesia

ukuran batu bata standar

 

Persyaratan kekuatan dan ukuran batu bata SNI telah diatur menyesuaikan dengan standar nasional Indonesia. Standar ini pun mengacu kepada undang-undang yang telah disusun sebelumnya oleh pemerintah bersangkutan.

Selain ukuran batu bata yang sudah ditetapkan, standarisasi harga bata juga ternyata berlaku di pasaran bahan bangunan yang ada di Indonesia. Berikut persyaratan kekuatan bata berdasarkan standar nasional yang perlu Anda ketahui.

  1. Standar Bentuk

Standar bentuk bagi bata adalah segi empat prisma yang memanjang, dengan sudut siku-siku pada bagian diagonalnya. Permukaan bata tidak boleh retak-retak alias halus rata. Hal ini berkaitan dengan presisi bata yang harus seimbang.

  1. Standar Ukuran

SNI telah menentukan standar ukuran bagi batu bata yaitu mempunyai panjang 240 mm, lebarnya 115 mm, serta tinggi 52 mm. Misalnya selama proses pembuatan mengalami penyimpangan diperbolehkan asal tidak lebih dari lima persen.

  1. Standar Kelas Kekuatan

Persyaratan kekuatan bata berdasarkan SNI selanjutnya adalah adanya pembagian kelas, yaitu kelas 250, kelas 200, kelas 150, kelas 50, dan kelas 25. Setiap kelas ini menunjukkan beban kekuatan yang digunakan sebagai penguji bata.

  1. Standar Kandungan

Bata yang sesuai SNI tidak mempunyai kandungan garam terlarut dalam pengkristalan. Kristal ini tidak boleh sampai menutupi permukaan bata lebih dari 50%, karena jika lebih dapat merusak struktur kimiawi bata itu sendiri.

Pondasi bangunan berperan paling penting karena memiliki fungsi untuk menopang beban bahan-bahan lain yang berada di atasnya. Agar dapat menghasilkan bangunan kokoh, perlu diperhatikan bahan apa yang dijadikan pondasi.

Batu bata yang dijadikan sebagai pondasi mempunyai karakteristik yang dapat menjadi sisi positif sekaligus negatif. Pondasi batu bata mempunyai tekstur yang sedikit kasar, karena berasal dari pemanasan suhu tinggi bahan tanah liat.

Bata dapat digunakan sebagai pondasi dangkal dengan tambahan semen yang berfungsi sebagai pengeras. Ada tiga jenis pondasi dangkal, yaitu pondasi menerus, pondasi setempat, dan pondasi raft.

Pondasi batu bata paling sesuai digunakan sebagai pondasi dangkal karena kurang kuat jika dipendam dalam tanah untuk waktu lama. Pondasi dangkal berbentuk memanjang mengikuti beban bangunan, sehingga untuk mengaplikasikan bata bisa dengan menjejernya secara horizontal searah dengan kontur tanah.

Jenis dan Ukuran Batu Bata

Berdasarkan SK SNI 15-2094-2000 , standar ukuran batu bata di Indonesia adalah 23 cm x 11 cm x 5 cm. Sedangkan untuk berat rata-rata batu bata per biji adalah 3 kg.

Setidaknya terdapat 5 jenis batu bata yang paling sering digunakan pada bangunan di Indonesia. Bata ini dibuat ada yang menggunakan cara konvensional, ada juga yang menggunakan cara modern.

Bahan-bahan pembuatannya pun tergolong aman bagi lingkungan, sebagian besar berupa olahan tanah liat dan bahan alam lain yang dipanaskan. Tidak hanya memberikan ketahanan luar biasa, varian batu bata berikut juga dijual dengan harga cukup terjangkau dan banyak kelebihan lain.

Beberapa jenis batu bata sengaja dibuat untuk dijadikan sebagai dinding dan pondasi. Jenis bata berikut ini paling banyak digunakan untuk bahan dinding serta pondasi bangunan.

  • Batu Bata Merah

batu bata merah

Ukuran batu bata merah standar adalah 20 cm x 10 cm x 5 cm untuk jenis bata oven dan bata merah biasa. Sedangkan untuk ukuran bata merah press expose standarnya adalah 22 cm x 11 cm x 5 cm.

Bata merah merupakan jenis bata paling mudah ditemukan di sekitar. Hampir setiap bangunan rumah yang ada area pemukiman menggunakan bahan bata merah sebagai dinding dan pondasinya. Bata merah mempunyai karakteristik yang tangguh, awet, dan kuat sehingga banyak dipilih sebagai penyokong utama bangunan.

Bata merah terbuat dari bahan tanah liat yang dibuat melalui proses pemanasan dengan suhu sangat tinggi. Bata ini biasanya mempunyai bentuk balok yang ditata dengan cara ditumpuk kemudian direkatkan menggunakan semen. Harga bata merah pun relatif terjangkau, meskipun kualitasnya sudah tidak diragukan lagi.

  • Batu Bata Lubang (Bolong)

batu bata lubang

Batu bata berlubang mempunyai bentuk tidak seperti bata pada umumnya. Bata ini berbentuk balok secara vertikal, dengan lubang di bagian tengahnya.

Jika diperhatikan secara detail, bentuk bata ini seperti kombinasi bata lubang kecil-kecil yang ditumpuk jadi satu. Selain balok, ada juga bata berlubang yang berbentuk melingkar dan melintang.

Untuk standar ukuran batu bata lubang (bolong) umumnya memiliki ukuran panjang 17–23 cm, lebar 7–11 cm, tebal 3–5 cm dengan diamter lubang yang bervariasi.

Hampir serupa dengan batako, batu bata berlubang mempunyai massa yang cenderung lebih ringan. Meskipun sekilas bata ini tampak sangat berat karena ukurannya lebih besar daripada bata merah, tapi sebenarnya bobot bata berlubang tidak seberat kelihatannya. Hal ini karena rongga udara di tengah mengurangi massa bahan.

  • Batu Batu Bata Ekspose

batu bata expose

 

Bata ekspos paling cocok diaplikasikan pada interior bangunan. Bata ini dapat menciptakan desain interior yang bergaya modern industrialis. Selain mampu menghadirkan nuansa hangat di dalam ruangan, bata ini juga memberikan kesan karakter penuh estetika bagi ruangan.

Untuk standar ukuran batu bata expose adalah 22 x 10 x 5 cm — 23 x 11 x 5 cm — 24 x 12 x 5.5 cm. Sedangkan untuk jenis bata expose press : 19 x 10 x 4 cm, dan bata Expose press halus : 20 x 10 x 5 cm.

Bata expose ini memiliki tekstur yang halus dengan permukaan yang datar. Tidak hanya dapat dipakai pada bangunan rumah, bata jenis ekspos juga sesuai jika ingin digunakan pada ruangan perkantoran.

Bata ekspos mempunyai aksen yang sangat tepat dijadikan dekorasi dinding. Bata ini biasanya berwarna coklat, dengan unsur natural yang kuat. Bentuknya balok lebih pipih daripada bata merah.

  • Batu Batu Bata Putih

batu bata putih

 

Sesuai dengan namanya, bata putih mempunyai warna putih yang tampak eksotis. Berkat warnanya ini, bata putih mampu menghadirkan nuansa modern dan minimalis yang sangat kuat pada bangunan.

Untuk ukuran batu bata putih umumnya memiliki panjang 25–30 cm dengan ketebalan 8–10 cm, dan tinggi 14–18 cm. Bata jenis ini berbentuk balok berwarna putih dengan permukaan yang lebih halus daripada bata merah.

Bata putih dapat dikategorikan sebagai bata ringan, karena massanya tidak seberat bata pada umumnya. Namun ketahanan bata putih sangat kuat. Bata ini dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama dari serangan jamur dan mikroorganisme, meskipun untuk pemakaian eksteior kurang maksimal sebagaimana bata merah.

Terdapat beberapa jenis batu bata putih yang dapat digunakan sebagai bahan dinding dan pondasi bangunan. Bata ini tergolong bata ringan, karena massanya tidak seberat bata merah atau batako. Meskipun mitos mengatakan bata ringan relatif lebih mudah hancur, pada kenyataannya bata ini cukup kuat dijadikan sebagai dinding.

Batu bata putih berbentuk balok dengan permukaan halus. Ketika direkatkan dengan menggunakan semen yang juga berwarna putih, bata ini dapat menyatu sehingga tampak lebih rapi.

Nilai plus yang ada pada bata putih ini memang terletak pada estetika warnanya yang dapat dikombinasikan dengan warna apapun karena tampak netral.

  • Batu Batu Bata Ringan

batu bata ringan

 

Bata hebel disebut juga bata ringan. Massa bata ini sangat ringan. Bentuk bata ringan sebagian besar adalah balok, tapi ada juga beberapa jenis yang bentuknya lebih panjang dan lebih pipih.

Untuk standar ukuran batu bata ringan di Indonesia umumnya memiliki ukuran 60 cm x 20 cm dengan ketebalan 8–10 cm. Bata ringan sangat praktis digunakan sebagai bahan dinding ataupun komponen bangunan lain.

Bata ringan atau familiar juga disebut dengan hebel, yaitu batu bata yang mempunyai massa ringan, tetapi sangat handal sebagai penyerap panas. Bata ringan juga memiliki kekuatan dan kekokohan yang tangguh, karena bahan materialnya terbuat dari semen, pasir kuarsa, aluminium serbuk, kapur, air, dan gysum.

Bata ringan dipasang dengan cara ditumpuk kemudian direkatkan menggunakan perekat bata. Pada beberapa kasus yang ditemui di lapangan, sampah rontokan akibat bata yang terkikis tidak terjadi pada bata hebel.

Karakteristik tersebut tentunya sangat berbeda jika dibandingkan dengan bata merah yang seringkali menimbulkan butiran merah menyebabkan kotor.

  • Batu Bata Purpose-Made (Custom)

 

batu bata purpose made

Batu bata purpose-Made adalah istilah yang digunakan untuk menyebut bata khusus (custom). Bata ini mempunyai bentuk dan konstruksi yang beda dari bata lain, karena penggunaannya memang dikhususkan pada tujuan tertentu, misalnya untuk memudahkan proses pemasangan kusen jendela atau pintu, dan sebagainya.

Tidak seperti bata lain, batu bata purpose-Made tidak terbuat dari tanah liat atau batuan alam, melainkan kombinasi keduanya. Untuk ukuran batu bata purpose made tentunya bervariasi mengikuti pesanan anda ingin custom dimensi ukuran berapa.

Bata purpose made dibuat dengan komposisi antara campuran tanah liat dengan pasir. Itulah mengapa teksturnya lebih halus, serta mempunyai massa lebih ringan. Bata custom ini juga bisa disesuaikan bentuk dan motifnya sesuai kebutuhan.

  • Batu Bata Batako

 

batu bata batako

Batako merupakan salah satu jenis bata yang belakang terbuat dari material kombinasi antara pasir kasar dengan semen. Batako mempunyai sifat kedap air, sehingga biasanya digunakan pada eksterior rumah yang retan mengalami dapat pergantian cuaca.

Standar ukuran batako di Indonesia umumnya memiliki panjang 36–40 cm dengan ketebalan 8–10 cm, dan tinggi 18–20 cm untuk Batako besar. Sedangkan untuk batako berukuran kecil umumnya memiliki panjang 30 cm dan tinggi 14-15 cm, tebal 10 cm.

Batu bata batako terbuat dari bahan kombinasi semen dengan pasir kasar. Batako dibuat dengan proses yang menggunakan mesin press, sehingga menghasilkan rongga cukup besar pada bagian dalam (di tengah balok). Jika dibandingkan massa bata merah, batako cenderung lebih ringan.

  • Batu Bata Bataton

ukuran bata

Salah satu jenis batu bata yang cukup populer di masyarakat adalah batatob. Terdapat tiga varian bataton yang dijual di pasaran yakni bata beton Aerasi, bata beton Interlock dan juga bata beton Berongga.

Standar ukuran bataton di Indonesia ada 2 macam, untuk bataton kolom memiliki dimensi ukuran 29 cm x 29 cm atau 29 cm x 14 cm, sedangkan untuk bataton U memiliki dimensi ukuran 29 cm x 14 cm atau 14 cm x 14 cm.

Batu bata beton atau bataton mempunyai sifat kedap air. Hal ini menjadikan bataton sangat efektif dijadikan sebagai dinding eksterior bangunan ataupun pondasi. Bataton akan melindungi bagian dalam bangunan secara maksimal dari guyuran hujan.

Hanya saja, jika cuaca terlalu panas bataton bisa mengalirkan udara panas ke dalam ruangan karena tidak memiliki penyerap panas yang bagus seperti halnya pada bata merah.

Baca Juga : Ukuran Triplek SNI

Fungsi Batu Bata

Jenis batu bata yang telah diciptakan di atas sangat beragam. Tentunya semua itu tidak mungkin dibuat begitu saja tanpa ada fungsi yang bermanfaat bagi manusia. Material bata mempunyai beberapa fungsi bagi bangunan. Berikut beberapa di antaranya

  1. Sebagai Pondasi Bangunan

Banyak orang telah mengetahui bahwa bahan bata dapat digunakan sebagai pondasi bangunan. Batu bata mempunyai struktur kokoh yang kuat sehingga bisa menopang beban berat bangunan dalam jangka waktu lama. Untuk bisa digunakan sebagai pondasi caranya adalah dengan merekatkan bata pada semen dan kawat penyangga bangunan.

  1. Sebagai Dinding Bangunan

Dinding pada bangunan mempunyai peran yang sangat penting. Dinding ini melindungi orang-orang di dalam bangunan Batu bata dapat dijadikan sebagai material dinding yang baik. Masyarakat Indonesia telah mengenal fungsi bata sebagai dinding sejak dulu kala, dibuktikan dengan adanya bangunan bersejarah yang menggunakan komponen bata.

  1. Sebagai Pelindung dari Perubahan Suhu Ekstrem

Material bata mempunyai sifat yang dapat menyerap panas dari luar ruangan. Hal ini tentu sangat berguna untuk menjaga suhu di dalam ruangan agar tetap stabil. Selain panas, bata juga bisa menyerap dingin, sehingga ketika suhu di luar terasa sangat dingin, bagian dalam ruangan masih tetap hangat.

Kelebihan & Kekurangan Batu Bata

jenis batu bata

Batu bata yang digunakan sebagai dinding mempunyai kelebihan. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang yang memilih menggunakan bahan bata sebagai material dinding daripada bahan lain seperti kayu atau bambu.

Kelebihan ini dapat sedikit berbeda menyesuaikan jenis bata yang sangat bervariasi. Berikut kelebihan dinding bata yang perlu Anda ketahui.

Keunggulan / Kelebihan :

  1. Kuat dan Kokoh

Kelebihan yang pertama adalah terbukti lebih kuat dan kokoh daripada dinding dari bahan lain. Bahan pembuatan bata yang berasal dari batuan alami dan tanah liat akan membuat bangunan semakin kuat dan kokoh dalam jangka waktu lama.

  1. Tahan Terhadap Cuaca Ektrem

Bahan bata lebih tahan terhadap cuaca ekstrem. Beberapa jenis material bata, seperti bata merah mempunyai sifat penyerap panas dan dapat menjaga suhu. Sekalipun di luar bangunan sedang terasa sangat panas atau sangat dingin, suhu di dalam ruangan bisa relatif stabil.

  1. Tahan Terhadap Serangan Mikroorganisme dan Pengerat

Kelebihan selanjutnya adalah lebih tahan dari serangan mikroorganisme yang dapat menyebabkan pelapukan. Selain itu, bahan bata juga lebih tahan dari binatang pengerat. Jika dibandingkan dengan bahan kayu misalnya, bata tidak bisa lapuk karena reaksi kimia yang berbeda.

Kekurangan/ Kelemahan :

Di samping mempunyai kelebihan, dinding yang terbuat dari bahan bata juga mempunyai kekurangan. Dengan mengetahui kekurangan bata, Anda bisa mempertimbangkan langkah paling tepat untuk menanggulanginya. Berikut kekurangan dinding bata pada bangunan yang perlu Anda ketahui.

  1. Membutuhkan Ketelatenan Khusus dalam Pemasangan

Kekurangan dinding bata yang pertama adalah membutuhkan ketelatenan khusus dalam pemasangan. Hal ini karena bata perlu disusun sedemikian rupa hingga bisa mengonstruksi bangunan secara total.

  1. Beberapa Jenis Bata Relatif Mahal Harganya

Kekurangan dinding bata selanjutnya adalah dalam aspek harga, beberapa jenis bata tergolong mahal. Seperti contoh bata ringan hebel, harga per baloknya cukup mahal sehingga kurang ramah di kantong jika membeli dalam jumlah banyak.

Info Material Bangunan Lainnya :
Ukuran Hebel SNI Harga Besi Hollow
Ukuran Triplek Ukuran Plafon PVC

Itulah macam-macam batu bata dengan berbagai jenis, karakteristik, dan ukuran yang berbeda. Setiap bata mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, Anda dapat mempertimbangkannya sebelum menggunakan pada bangunan.

Memilih material batu bata dengan kualitas terbaik juga perlu dilakukan jika ingin bangunan Anda tampak lebih cantik dan kuat dari segi ketahanan. Semoga informasi yang dekorminimalis.com tuliskan diatas bisa memberikan manfaat untuk teman teman yang sedang melakukan renovasi rumah!!

Related posts:
Gravatar Image
Mahasiswa telat lulus yang hobi sama vespa dan Desain Interior!

Leave a Reply

Your email address will not be published.