Bending: Pengertian, Teknik, Proses, Jenis, Cara Kerja

Posted on

⏩Bending adalah?✔️ Mengenal istilah bending dalam dunia konstruksi✔️ Teknik, Proses, Jenis, dan Ragam Mesin yang digunakan✔️

Dalam dunia konstruksi, istilah “bending” merujuk pada suatu proses yang penting dan tidak terpisahkan dari pembangunan struktural.

Bending merupakan fenomena yang terjadi ketika suatu benda mengalami gaya tekanan yang membuatnya melengkung atau menekuk.

Pengertian bending dalam dunia konstruksi sangat penting untuk dipahami agar dapat merencanakan dan melaksanakan konstruksi yang aman dan kokoh.

Artikel ini akan membahas secara rinci pengertian bending dalam dunia konstruksi, proses yang terlibat, serta signifikansi pentingnya dalam keberhasilan proyek konstruksi.

Apa itu Bending?

bending adalah

Bending, yang juga dikenal sebagai “bending moment,” adalah fenomena mekanik yang terjadi ketika suatu benda mengalami tekanan atau momen yang menyebabkannya melengkung. Sederhananya, bending adalah proses di mana suatu benda kerja mengalami tekanan atau momen yang menyebabkannya melengkung atau menekuk.

Dalam konteks konstruksi, bending sering terjadi pada struktur seperti balok, pelat, atau tiang yang menopang beban tertentu. Bending dapat terjadi baik pada struktur beton, baja, maupun bahan lainnya yang digunakan dalam pembangunan.

Apa yang menyebabkan bending terjadi? Bending terjadi karena distribusi gaya tekanan yang tidak merata di sepanjang struktur. Bagian struktur yang ditekuk akan mengalami regangan dan tegangan yang berbeda, yang menyebabkan perubahan bentuk menjadi melengkung.

Bagaimana bending mempengaruhi kekuatan struktur? Bending dapat mempengaruhi kekuatan struktur dengan memperbesar risiko kegagalan dan keruntuhan jika tidak diperhitungkan dengan baik dalam desain dan konstruksi.

Teknik dan Proses Bending

Proses bending adalah metode pembentukan logam yang melibatkan pemberian gaya pada benda kerja sehingga menghasilkan perubahan bentuk. Proses ini umumnya digunakan untuk membentuk plat logam menjadi sudut, lengkungan, atau profil khusus sesuai dengan kebutuhan desain.

Dalam prosesnya, bending melibatkan penerapan gaya tekanan atau momen pada suatu benda yang menyebabkannya melengkung atau menekuk. Saat suatu benda mengalami bending, terjadi perubahan bentuk yang disebabkan oleh distribusi gaya tekanan yang tidak merata di sepanjang struktur.

Pada saat tertentu, bagian struktur yang sedang ditekuk akan mengalami regangan dan tegangan yang berbeda, yang mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk menjadi melengkung.

Berikut ini adalah langkah-langkah umum dalam proses bending benda kerja:

1. Persiapan Benda Kerja

Pertama, benda kerja yang akan ditekuk harus dipersiapkan dengan membersihkan permukaannya dari kotoran atau oksida yang mungkin menghambat proses. Jika perlu, benda kerja juga dapat dihaluskan atau dipanaskan agar lebih mudah ditekuk.

2. Penentuan Titik-Titik Pembengkokan

Langkah selanjutnya adalah menentukan titik-titik yang akan ditekuk pada benda kerja. Ini melibatkan pengukuran yang akurat dan menentukan sudut atau jari-jari lengkungan yang diinginkan.

3. Pemilihan Alat Bending

Setelah titik-titik pembengkokan ditentukan, alat bending yang sesuai dipilih. Alat-alat ini dapat berupa mesin press brake, bending roll, atau bending machine lainnya, tergantung pada kebutuhan dan jenis benda kerja yang akan ditekuk.

4. Pemasangan Benda Kerja

Benda kerja ditempatkan dengan benar pada alat bending sesuai dengan titik-titik pembengkokan yang telah ditentukan. Benda kerja harus ditempatkan secara stabil dan terkunci agar tidak bergeser selama proses bending.

5. Pengaturan Alat Bending

Alat bending disesuaikan agar sesuai dengan sudut atau lengkungan yang diinginkan. Ini melibatkan penyesuaian posisi dan tekanan alat bending agar dapat membentuk benda kerja dengan akurasi yang tepat.

6. Bending Benda Kerja

Setelah alat bending diatur dengan benar, proses bending dimulai. Gaya diberikan pada benda kerja menggunakan alat bending yang sesuai. Gaya ini dapat diberikan secara manual dengan menggunakan tangan atau melalui kekuatan mesin pada mesin press brake.

7. Pemantauan dan Pengendalian

Selama proses bending, penting untuk memantau benda kerja dan memastikan bahwa sudut atau lengkungan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan. Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan selama proses.

8. Pemeriksaan Kualitas

Setelah proses bending selesai, benda kerja harus diperiksa untuk memastikan kualitas dan akurasi bentuk yang diinginkan telah tercapai. Ini melibatkan pengukuran dimensi, sudut, dan kesesuaian dengan spesifikasi desain.

Proses bending merupakan metode yang kompleks dan memerlukan keahlian dalam mengatur alat bending dan memantau proses. Dalam industri manufaktur, teknologi CNC (Computer Numerical Control) digunakan untuk meningkatkan presisi dan kecepatan proses bending benda kerja.

Faktor yang Mempengaruhi Proses Bending

teknik bending

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses bending. Berikut adalah beberapa faktor utama yang perlu dipertimbangkan dalam proses bending:

  1. Jenis Bahan Kerja: Jenis bahan logam yang akan ditekuk adalah faktor penting yang mempengaruhi proses bending. Berbagai jenis logam memiliki sifat-sifat yang berbeda, termasuk kekuatan, elastisitas, keuletan, dan kemampuan pembentukan. Bahan yang lebih keras atau lebih kaku akan memerlukan gaya bending yang lebih besar.
  2. Ketebalan Bahan Kerja: Ketebalan bahan kerja juga berperan dalam proses bending. Semakin tebal bahan kerja, semakin besar gaya bending yang diperlukan. Ketebalan yang lebih besar juga dapat mempengaruhi sudut dan radius lengkungan yang dapat dicapai.
  3. Sudut dan Radius Lengkungan: Sudut dan radius lengkungan yang diinginkan dalam benda kerja akan mempengaruhi proses bending. Sudut yang lebih tajam atau radius lengkungan yang lebih kecil membutuhkan alat bending yang sesuai dan gaya yang lebih besar untuk mencapainya. Faktor ini perlu dipertimbangkan dalam pemilihan dan pengaturan alat bending.
  4. Teknik Bending: Ada berbagai teknik bending yang dapat digunakan, seperti bending dengan v-die, air bending, atau bottoming. Setiap teknik memiliki karakteristik dan kekuatan yang berbeda. Pemilihan teknik yang tepat akan mempengaruhi hasil akhir dan tingkat keberhasilan proses bending.
  5. Suhu Bahan Kerja: Suhu bahan kerja juga dapat mempengaruhi proses bending. Pada beberapa kasus, pemanasan bahan kerja sebelum proses bending dapat membantu dalam pembentukan yang lebih mudah dan mengurangi tegangan yang terjadi. Namun, suhu yang terlalu tinggi juga dapat mengubah sifat mekanis bahan logam.
  6. Kekuatan dan Keuletan Bahan: Kekuatan dan keuletan bahan kerja mempengaruhi proses bending. Bahan yang memiliki kekuatan tinggi atau keuletan rendah mungkin lebih sulit untuk ditekuk dan memerlukan lebih banyak gaya bending. Sifat-sifat mekanis bahan kerja harus dipertimbangkan dalam perencanaan dan eksekusi proses bending.
  7. Peralatan Bending: Jenis dan kondisi alat bending yang digunakan juga mempengaruhi proses bending. Alat bending harus sesuai dengan jenis bahan kerja dan kebutuhan desain. Keadaan alat bending, seperti ketajaman die atau kondisi mesin press brake, juga dapat mempengaruhi akurasi dan kualitas bentuk akhir.
  8. Kemampuan Operator: Keterampilan dan pengalaman operator dalam mengoperasikan alat bending dan memantau proses bending juga mempengaruhi hasil akhir. Operator yang terampil dapat mengatur alat dengan tepat, mengendalikan gaya bending, dan melakukan penyesuaian jika diperlukan selama proses.

Semua faktor di atas perlu diperhatikan dan dianalisis dengan cermat dalam proses bending untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Fungsi Bending

Fungsi bending atau proses bending dalam konteks manufaktur logam adalah untuk membentuk benda kerja menjadi bentuk yang diinginkan. Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari proses bending:

  • Membentuk Komponen

Proses bending digunakan untuk membentuk komponen logam seperti sudut, lengkungan, atau profil khusus. Dengan bending, benda kerja dapat diubah bentuknya sesuai dengan kebutuhan desain dan fungsionalitas produk.

  • Penghematan Bahan

Bending memungkinkan penggunaan bahan yang lebih efisien. Dengan memanfaatkan plat logam yang datar, dapat dibentuk menjadi bentuk yang rumit dengan menggunakan proses bending, sehingga mengurangi limbah dan biaya produksi.

  • Peningkatan Kekuatan dan Ketahanan

Proses bending dapat meningkatkan kekuatan dan ketahanan benda kerja. Dengan memberikan sudut atau lengkungan pada plat logam, kekuatan struktural dapat ditingkatkan, sehingga meningkatkan kekuatan dan daya tahan komponen.

  • Pembentukan Profil Khusus

Bending memungkinkan pembentukan profil khusus yang sulit dicapai dengan metode pembentukan logam lainnya. Dengan menggunakan alat bending yang tepat, benda kerja dapat dibentuk menjadi bentuk yang unik dan sesuai dengan kebutuhan aplikasi tertentu.

  • Penyesuaian Dimensi

Proses bending memungkinkan penyesuaian dimensi benda kerja. Dengan memberikan gaya yang tepat pada benda kerja, dimensi dan sudut dapat diatur sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan, memastikan kesesuaian dan akurasi produk akhir.

  • Fleksibilitas Desain

Bending memberikan fleksibilitas desain yang tinggi. Dengan menggunakan proses ini, logam dapat dibentuk menjadi berbagai bentuk dan sudut yang sesuai dengan kebutuhan desain, memungkinkan inovasi dan kreativitas dalam pengembangan produk.

  • Efisiensi Produksi

Bending adalah proses yang cepat dan efisien dalam pembentukan logam. Dengan menggunakan mesin-mesin bending modern, seperti mesin press brake yang dilengkapi dengan teknologi CNC, proses bending dapat dilakukan dengan presisi tinggi dan dalam jumlah yang besar, meningkatkan efisiensi produksi.

  • Integrasi dengan Proses Lain

Proses bending sering digunakan bersama dengan proses manufaktur logam lainnya, seperti pemotongan, pengelasan, atau pembentukan lainnya. Dengan menggabungkan proses-proses ini, komponen yang lebih kompleks dan fungsional dapat dibuat.

Dalam keseluruhan, fungsi bending adalah untuk membentuk benda kerja menjadi bentuk yang diinginkan, meningkatkan kekuatan dan ketahanan, serta memberikan fleksibilitas desain dalam proses manufaktur logam.

Jenis Jenis Bending

Beberapa macam atau jenis-jenis bending yang umum terjadi dalam konstruksi bangunan:

  • Bending Sederhana

Bending sederhana terjadi pada balok atau pelat lurus dengan beban yang diterapkan secara seragam pada satu titik atau pada interval tertentu. Pada proses ini, balok atau pelat mengalami lengkungan tunggal dan tegangan serta regangan terbesar terdapat di bagian tengah.

  • Bending Tak Seragam

Bending tak seragam terjadi ketika beban yang diterapkan pada balok atau pelat tidak merata. Ini bisa disebabkan oleh beban titik yang diterapkan pada lokasi yang tidak terpusat atau oleh beban yang terdistribusi secara merata dengan pola yang tidak seragam.

Akibatnya, balok atau pelat mengalami lengkungan dan tegangan serta regangan tidak merata di sepanjang panjangnya.

  • Bending Tersandung

Bending tersandung terjadi ketika suatu struktur melengkung akibat adanya penghalang atau hambatan fisik. Contohnya adalah balok yang melintasi kolom atau dinding, di mana terjadi perubahan bentuk karena adanya hambatan fisik yang mencegah balok melengkung dengan bebas.

  • Bending Torsional

Bending torsional terjadi ketika suatu struktur, seperti balok atau tiang, mengalami kombinasi gaya melengkung dan gaya torsi. Dalam proses ini, struktur melengkung sekaligus berputar pada sumbu longitudinalnya. Bending torsional sering terjadi pada struktur yang menahan beban putar, seperti poros atau struktur yang terkena gaya angin atau getaran.

  • Bending Inelastis

Bending inelastis terjadi ketika suatu benda mengalami deformasi yang permanen setelah mengalami tekanan atau momen yang melebihi batas elastisitasnya. Dalam proses ini, struktur tidak kembali ke bentuk aslinya setelah beban dihilangkan, dan deformasi yang terjadi bersifat permanen.

  • Bending Komposit

Bending komposit terjadi pada struktur yang terbuat dari bahan komposit, seperti serat karbon yang diperkuat dengan resin.

Bahan komposit memiliki karakteristik bending yang unik, di mana serat-serat yang diperkuat memberikan kekuatan dan kekakuan yang lebih tinggi, sementara resin memberikan elastisitas. Hal ini memungkinkan struktur komposit untuk mengalami bending yang lebih efisien dengan berat yang lebih ringan.

  • Bending Balok Beton Bertulang

Bending balok beton bertulang terjadi ketika balok yang terbuat dari beton diperkuat dengan tulangan baja mengalami tekanan atau momen yang menyebabkan melengkung. Tulangan baja bertindak sebagai pemegang beban utama, sementara beton berfungsi untuk menahan tekanan dan memberikan stabilitas struktur.

  • Bending Struktur Baja

Bending struktur baja adalah proses bending yang umum terjadi dalam konstruksi baja. Struktur baja yang terdiri dari balok, kolom, atau rangka baja dapat mengalami bending karena beban yang diterapkan.

Baja memiliki kekuatan yang tinggi dan elastisitas yang baik, sehingga memungkinkan struktur untuk menahan beban dan tetap kokoh.

Macam Macam Mesin Bending

mesin bending

Ada beberapa macam mesin bending yang digunakan dalam proses pembentukan logam. Berikut adalah beberapa mesin bending umum dan kegunaannya:

  • Mesin Press Brake

Mesin press brake adalah mesin bending yang paling umum digunakan dalam industri. Mesin ini menggunakan gaya tekanan hidrolik atau mekanis untuk membengkokkan benda kerja.

Mesin press brake biasanya dilengkapi dengan die (matras) yang cocok untuk membentuk sudut dan lengkungan yang diinginkan pada plat logam. Keunggulan mesin press brake adalah kemampuan untuk menghasilkan bending dengan presisi tinggi dan cocok untuk produksi massal.

  • Mesin Roll Bending

Mesin roll bending, juga dikenal sebagai mesin roll plate atau mesin roll forming, digunakan untuk membengkokkan plat logam menjadi bentuk silinder atau lengkungan lengkung.

Mesin ini terdiri dari tiga atau lebih roll yang berputar dan ditempatkan secara paralel satu sama lain.

Benda kerja diletakkan di antara roll-roll ini dan ditekuk secara perlahan hingga mencapai bentuk yang diinginkan. Mesin roll bending umumnya digunakan dalam pembuatan silinder, tabung, dan profil lengkungan.

  • Mesin Folding

Mesin folding, juga dikenal sebagai mesin pan brake atau mesin folder, digunakan untuk pembengkokan sederhana pada plat logam. Mesin ini biasanya memiliki tangan operasi yang memungkinkan operator untuk menekuk benda kerja secara manual.

Mesin folding ideal untuk pembengkokan sudut sederhana dan sering digunakan dalam pekerjaan fabrikasi ringan, seperti pembuatan lembaran logam atap atau kanopi.

  • Mesin Tube Bending

Mesin tube bending dirancang khusus untuk membengkokkan pipa atau tabung logam. Mesin ini dilengkapi dengan roll-roll khusus yang sesuai dengan diameter pipa dan radius lengkungan yang diinginkan.

Mesin tube bending umumnya digunakan dalam industri otomotif, manufaktur pipa, dan konstruksi pipa untuk membentuk pipa dengan presisi sesuai dengan desain dan spesifikasi.

  • Mesin Profile Bending

Mesin profile bending, juga dikenal sebagai mesin section bending atau mesin angle bending, digunakan untuk membengkokkan profil logam seperti sudut, saluran, atau balok.

Mesin ini dilengkapi dengan roll-roll yang dapat disesuaikan untuk membentuk profil dengan radius lengkungan yang diinginkan.

Mesin profile bending umumnya digunakan dalam industri konstruksi, manufaktur struktural, dan fabrikasi logam untuk membentuk profil dengan akurasi dan konsistensi tinggi.

Setiap mesin bending memiliki kegunaan dan keunggulan yang berbeda. Pemilihan mesin yang tepat tergantung pada jenis benda kerja, desain yang diinginkan, dan persyaratan produksi.

Pertanyaan (FAQ) Terkait Bending

Berikut ini beberapa pertanyaan umum yang sering ditanyakan terkait dengan aktifitas dan proses bending:

Pertanyaan 1: Apa itu proses bending dalam manufaktur logam?

Jawaban: Proses bending adalah metode pembentukan logam yang melibatkan pemberian gaya pada benda kerja untuk mengubah bentuknya sesuai dengan kebutuhan desain.

Pertanyaan 2: Apa perbedaan antara bending dan stretching?

Jawaban: Bending adalah proses pembentukan logam dengan memberikan gaya sehingga logam melengkung atau membentuk sudut. Stretching adalah proses membentangkan logam untuk mengubah ukurannya tanpa perubahan bentuk geometrisnya.

Pertanyaan 3: Apa faktor-faktor yang mempengaruhi proses bending?

Jawaban: Beberapa faktor yang mempengaruhi proses bending antara lain jenis bahan kerja, ketebalan bahan kerja, sudut dan radius lengkungan, teknik bending yang digunakan, suhu bahan kerja, kekuatan dan keuletan bahan, peralatan bending, dan kemampuan operator.

Pertanyaan 4: Apa keuntungan dari proses bending?

Jawaban: Proses bending memungkinkan pembentukan komponen dengan bentuk yang diinginkan, penyesuaian dimensi, peningkatan kekuatan dan ketahanan benda kerja, fleksibilitas desain yang tinggi, dan efisiensi produksi yang baik.

Pertanyaan 5: Apa jenis-jenis mesin bending yang umum digunakan?

Jawaban: Beberapa jenis mesin bending yang umum digunakan meliputi mesin press brake untuk bending plat logam, mesin roll bending untuk bending silinder atau lengkungan lengkung, mesin folding untuk bending sederhana pada plat logam, mesin tube bending untuk bending pipa atau tabung, dan mesin profile bending untuk bending profil logam.

Pertanyaan 6: Apa perbedaan antara bending dengan roll bending?

Jawaban: Bending menggunakan alat press brake untuk memberikan gaya pada benda kerja, sedangkan roll bending menggunakan roll-roll yang berputar untuk membengkokkan benda kerja menjadi bentuk silinder atau lengkungan lengkung.

Pertanyaan 7: Bagaimana mengontrol akurasi dan kualitas dalam proses bending?

Jawaban: Pemantauan yang cermat selama proses bending, pengaturan yang tepat pada alat bending, dan pemeriksaan kualitas setelah proses bending dapat membantu mengontrol akurasi dan kualitas bentuk yang diinginkan.

Pertanyaan 8: Apakah suhu bahan kerja mempengaruhi proses bending?

Jawaban: Ya, suhu bahan kerja dapat mempengaruhi proses bending. Pemanasan bahan kerja sebelum proses bending dapat membantu dalam pembentukan yang lebih mudah, mengurangi tegangan yang terjadi, namun suhu yang terlalu tinggi juga dapat mengubah sifat mekanis bahan logam.

Jangan Lewatkan Informasi Terkait Lainnya :
Teknik Pembesian Balok Bentang 6 m Teknik Konstruksi Bangunan
Rumus Kuda Kuda Baja Ringan Mengenal Bracing dalam Konstruksi Bangunan

Kesimpulannya, dalam proses manufaktur logam, teknik bending merupakan metode penting untuk membentuk benda kerja sesuai dengan kebutuhan desain. Proses bending terus menjadi teknik yang penting dalam industri manufaktur logam untuk memenuhi kebutuhan desain dan fungsionalitas komponen logam.

Demikianlah informasi yang bisa dekorminimalis paparkan untuk anda. Jika anda tertarik untuk mempelajari beragam artikel seputar konstruksi bangunan lainnya, silahkan anda kunjungi tautan berikut : Artikel Konstruksi.

 

Gravatar Image
Praktisi desain interior dan eksterior di Surabaya sejak tahun 2007 hingga 2020.. Alumni S1 teknik Elektro dan S2 Statistika ITS Surabaya yang hobi otak atik dekorasi rumah dan bangunan.

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *